by

Mengenal KPR Syariah Dari Pengertian, Akad, Hingga Kelebihannya – Mortgage Master Blog

Isometric rumah flat design illustration Koefisien Determinasi menunjukan bahwa variabel Affect, Social Factors, Facilitating Conditions, Perceived Financial Benefit, dan Perceived Risk berpengaruh 11,52% sedangkan sisanya 88,48% dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan secara parsial variabel Affect, Social Factors, Facilitating Conditions dan Perceived Risk tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan variabel Perceived Financial benefit berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan KPR Syariah. Analisis data kemudian diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan software Statistical Product and Service Solution 24.0 (SPSS 24.0) dan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan KPR Syariah digunakan analisis regresi linear berganda pada aplikasi SPSS 24.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel Affect, Social Factors, Facilitating Conditions, Perceived Financial Benefit, dan Perceived Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan KPR Syariah. Adapun kendala yang dialami dalam pembiayaan kepemilikan rumah ialah banyaknya nasabah yang belum mengetahui tentang akad syariah, adanya SOP disetiap Bank sehigga terbatas dalam penerapan akadnya, dalam pembacaan dan penandatanganan akta salah satu pihak tidak hadir, proses yang melibatkan BPN masih terlalu lama sehingga sering menggunakan cara percepatan di BPN. Terlebih memiliki rumah dengan skema syariah, yang insyaAllah jauh lebih berkah. Oleh karena itu, untuk dapat memperoleh hasil yang memuaskan dalam bidang kesehatan, diperlukan adanya pelayanan kesehatan yang optimal.

rumah syariah samawa andalas estate 10-11. Penulis mengambil penelitian di sini karena BTN Syariah Cabang Pekanbaru merupakan salah satu bank pembiayaan pertama dalam KPR Syariah. Untuk takaran satu bungkusnya merupakan satu mangkuk atau satu porsi makan. Kebutuhan papan atau tempat tinggal merupakan salah satu aspek penting yang harus dipenuhi oleh setiap rumah tangga. Tak jarang terjadi peristiwa penyitaan rumah oleh BANK pada mereka yang mencoba mengkredit rumah. Yang paling menarik lagi, prinsip syariah yang dijalankan oleh Kreasi Prima Nusantara di implementasikan untuk rumah subsidi, hal yang jarang ditemui di perumahan subsidi pada umumnya. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh banyak lembaga keuangan termasuk perbankan syariah untuk menawarkan produk pembiayaan dalam hal kepemilikan rumah (KPR). Unit Usaha Syariah Bank Jateng resmi dibuka pada tanggal 26 April 2008. beragam produk dan jasa keuangan perbankan dengan prinsip syariah juga dapat dinikmati oleh nasabah, baik produk pembiayaan, pendanaan maupun jasa lainnya dengan fitur dan layanan yang sangat bersaing, Dengan strategi yang telah disiapkan, dan keseriusan semua jajaran yang ada untuk mengembangkan Bank Jateng Syariah, maka Bank Jateng Syariah akan menjadi unit usaha yang produktif dan profitable sehingga dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan Bank Jateng yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari perekonomian Jawa Tengah. This by  DEMO!

Baca Juga :  Pemenuhan Kebutuhan Primer Tersebut

Namun perusahaan-perusahaan pembiayaan Islami ini telah mewujudkan mimpi Amerika lebih banyak kaum Muslim untuk memiliki rumah, kata keluarga Sahak. Dari penelitian lapangan dapat dijelaskan bahwa produk KPR Syariah yang ada di Amany Residence menggunakan instrument akad Istishna’ yakni transaksi jual beli dengan cara memesan, untuk dibuatkan sebuah rumah dengan spesifikasi tertentu, lokasi dan ukuran sudah ditentukan oleh pihak developer, konsumen hanya memilih spesifikasi mana yang kan dia pesan, dan penyerahan barang dilakukan dikemudian hari, sedangkan pembayaranya dilakukan dengan cara tunai, mengangsur atau mencicil. Bunga/ujrah berlaku setelah periode berakhir dan berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi yang menjadi dasar acuan dan ditentukan oleh Bank Indonesia. Akad ijarah muntahiyah bi tamlik atau yang disebut juga dengan akad sewa beli merupakan perjanjian dalam KPR syariah, di mana kita dianggap “menyewa” rumah yang ingin kita beli sampai periode waktu yang ditentukan, dan pada akhirnya bank akan menjual atau menghibahkan rumah tersebut kepada kita saat masa sewa berakhir. Dari segi hukum syariah juga di perkuat dengan keputusan Fatwa Dewan Syariah Nasional yang membolehkan dalam pembiayaan perumahan tersebut dengan konsep Ijarah Muntahiya Bittamlik. Bank syariah harus tunduk pada dua jenis hukum, yaitu hukum syariah dan hukum positif, yaitu peraturan perundang-undangan negara yang berlaku. Hanya saja nasabah belum mengetahui secara mendalam mengenai sistem syariah, tetapi nasabah dapat melihat dari segi biaya angsuran per bulan yang tetap sehingga memilih bank syariah, dibanding bank konversional yang tidak tetap dan terus adanya peningkatan sesuai suku bunga yang berlaku.

Untuk KPR konvensional kemungkinan nilai angsuran yang berubah naik tiap tahunnya mengikuti suku bunga yang berlaku di Indonesia. Ada banyak kemungkinan menghilangnya postingan tersebut. Dalam akad musyarakah, pembeli dan bank sama-sama patungan membeli rumah, misalnya dengan porsi 20%:80%. Status rumah tersebut kemudian menjadi milik berdua, yakni pembeli dan bank. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan hukum Islam, yang kemudian dilakukan analisis secara kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensia, selanjutnya penulis juga melakukan analisis secara kualiatatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif, Kemudian untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hukum Islam tidak mengharuskan bentuk kepemilikan secara tertulis seperti sertifikat, sedangkan dalam hukum tanah positif harus ada bukti sertifikat tanah tertulis atas nama bank syariah untuk membuktikan bahwa bank syariah sebagai pemilik tanah dan rumah. Akad murabahah pembiayaan kepemilikan rumah pada bank syariah menimbulkan persoalan hukum berkaitan dengan aturan hukum jual beli tanah yang harus dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang mendasarkan bukti kepemilikan pada sertifikat. Harga jual tadi telah ditambah dengan sejumlah keuntungan. Pembiayaan murabahah kepemilikan rumah dalam pelaksanaannya tidaklah semuanya sesuai dengan prinsip syariah, masih ada penyimpangan terutama dalam barang secara prinsip telah menjadi milik bank syariah.

Baca Juga :  Kredit Pemilikan Rumah Jadi Solusi Untuk Membeli Rumah - Universal BPR

About Author: Eva Susanti

Gravatar Image
Eva Susanti adalah nama penanya. Gadis yang kini berusia 28 tahun sudah tertarik dengan psikologi . Kini Ia bekerja di salah satu Penerbit Buku Pendidikan di Yogyakarta. Di luar kerja, Ia lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis buku.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed