by

Badan Kebijakan Fiskal – Detail Kajian

Produk KPR syariah dimaknai sebagai Ke-pemilikan Perumahan Rakyat yang mekanismenya didasarkan pada akad jual-beli (tabadduli). Keputusan akhir pemberian Kredit didasarkan pada hasil keputusan Rapat Komite Kredit yang dilaksanakan oleh Branch Manager, Retail Service, Section Head, petugas Analisis Kredit dan Loan Service. Setelah persyaratan lengkap akan diterbitkan Daftar Usulan Pemohon (DUP) yang akan dipergunakan dalam Rapat Komite Kredit (Rakomdit). Selanjutnya Bank akan mengadakan rapat komite kredit untuk menentukan keputusan permohonan kredit yang diajukan. Jika terjadi wanprestasi, maka Bank akan memberikan surat peringatan kepada Debitur agar segera melakukan kewajibannya, dan akan dilakukan penjadwalan ulang. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit pemilikan rumah pada Bank Tabungan Negara Surakarta dan untuk mengetahui penyelesaian apabila terjadi wanprestasi. Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta yang memberikan fasilitas kredit untuk pembiayaan pembelian tanah dan rumah. Bank ini turut serta memberikan kontribusi dalam pembangunan Negara, turut mensejahterakan warga negara dengan fasilitas tersebut untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Perwujudan kesejahteraan rakyat ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang lebih layak dan bermartabat, untuk mencapai perwujudan kesejahteraan rakyat diperlukan pemberdayaan masyarakat di bidang Sandang,Pangan,Papan,terutama di bidang papan yaitu kebutuhan untuk memiliki tempat hunian. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Solo dan dapat memperoleh solusi untuk memenuhi kebutuhan pokok akan rumah.

Bentuk perjanjian adalah perjanjian baku yang sebelumnya telah disiapkan oleh Bank. Dalam menunjang pembangunan perumahan rakyat, Pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan antara lain telah dibentuk Badan Kebijaksanaan Perumahan Nasional (BKPN), bank hipotik perumahan, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan (Perum Perumnas ),dan untuk mensukseskan program Pemerintah dalam bidang pembangunan perumahan tersebut, maka dalam Pelita IV telah dibentuk Lembaga Menteri Negara Perumahan Rakyat; c. Wibisana, Dodi (2007) TINJAUAN PROSEDUR PENJUALAN RUMAH SECARA KREDIT DI PERUM PERUMNAS REGIONAL IV BANDUNG. Pelaksanaan pengamatan ini menggunakan pengamatan deskripsi kualitatif yaitu dengan menggambarkan prosedur pelaksanaan Kredit Pemilikan Rumah pada PT. Dalam kondisi riil, unit Loan Service hanya menggunakan 3 dari 6 prinsip proses pemberian kredit. Unit tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemberian kredit, proses tersebut dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap pengenalan produk, syarat-syarat pengajuan kredit, tahap wawancara, analisa data, akad kredit dan tahap pengarsipan data. Dalam tahun akhir-akhir ini tampak bahwa perhatian Pemerintah dan masyarakat terhadap masalah pertahanan dan perumahan adalah sangat besar. Bank memiliki peranan yang sangat penting untuk menopang perekonomian rakyat, karena melalui bank unit-unit yang memiliki kelebihan modal dapat disalurkan kepada masyarakat melalui pinjaman kredit. Post    DEMO.

Baca Juga :  Hindari 5 Kesalahan Marketing Properti Ini Untuk Peningkatan Penjualan - Jurnal

“Untuk mengurus syaratnya cukup mudah karena bisa dibantu petugas dari BTN dan syaratnya NPWP, KTP, KK dan Buku Tabungan BTN. Kesimpulannya yaitu menunjukkan bahwa dalam prosedur pelaksanaan Kredit Pemilikan Rumah yang diterapkan oleh Bank BTN Cabang Surakarta terdiri dari prosedur permohonan kredit, penyidikan dan analisis kredit, prosedur keputusan permohonan kredit,prosedur realisasi kredit, dan prosedur pelunasan kredit yang telah dilaksanakan sesuai standart ketentuan pemberian kredit yang ditetapkan oleh kantor pusat dan Bank Indonesia. Baru setelah proses jual beli rumah antara penjual dengan pembeli selesai diproses oleh notaris selaku pejabat pembuat akta tanah, dan pihak pembeli tersebut memerlukan bantuan kredit pemilikan rumah dari kreditur dalam perjanjian kredit, baru kreditur memberikan kredit pemilikan rumah kepada pembeli yang bersangkutan, sepanjang pembeli telah memenuhi ketentuan kredit pemilikan rumah, demikian pula perihal rumah yang akan dibeli. Yakni Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dalam perkembangannya, Bapetarum-PNS berganti nama menjadi Badan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

BRI Syariah telah berpengalaman dalam menyalurkan pembiayaan KPR Sejahtera (FLPP). Masyarakat yang ingin memiliki rumah dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan mengadakan perjanjian kredit dan tentunya telah memenuhi ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Tabungan Negara. Rumah adalah impian. Hampir setiap insan di dunia ingin memiliki rumah sendiri. Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas KPR-BTN harus mengajukan permohonan tertulis kepada Bank yang dilengkapi dengan syarat dan kelengkapan data. Dalam pelaksanaannya sering kali dijumpai bahwa salah satu pihak tidak dapat melaksanakan prestasi dengan baik, atau yang disebut dengan wanprestasi sehingga menimbulkan masalah diantara para pihak yag harus diselesaikan bersama. Ha1 ini disebabkan antara lain karena makin meningkatnya kesulitan di dalam memecahkan masalah tersebut; b. Sedangkan jaminan atas kredit, yang diberikan kepada pembeli/ kreditur adalah rumah berikut tanah yang mereka beli dengan kredit pemilikan rumah tersebut; e. Diantaranya diberikan untuk pengusaha yang tengah membangun SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) dengan nilai diatas RP 1 miliar per korporasi.

Baca Juga :  14+ Desain Rumah 2 Lantai Minimalis, Modern Dan Sederhana

About Author: Eva Susanti

Gravatar Image
Eva Susanti adalah nama penanya. Gadis yang kini berusia 28 tahun sudah tertarik dengan psikologi . Kini Ia bekerja di salah satu Penerbit Buku Pendidikan di Yogyakarta. Di luar kerja, Ia lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis buku.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed